membuat environment development testing dan production

pada yii di index file kita akan merubah / menambah

[code]
//choose environment development
$appEnv = filter_input(INPUT_ENV, ‘APPLICATION_ENV’, FILTER_SANITIZE_ENCODED);
$serverName = filter_input(INPUT_SERVER, "SERVER_NAME", FILTER_SANITIZE_SPECIAL_CHARS);
if (!isset($appEnv)) {
if (true === stripos($serverName, ‘localhost’)) {
$appEnv = "development";
} else
if (true === stripos($serverName, ‘www.meltonice.com’)) {
$appEnv = "testing";
} else
if (true === stripos($serverName, ‘www.kresna.host’)) {
$appEnv = "production";
} else {
$appEnv = "development";
}
}
if ($appEnv == "production") {
$config = dirname(__FILE__) . ‘/protected/config/production.php’;
}
if ($appEnv == "development") {
// remove the following lines when in production mode
defined(‘YII_DEBUG’) or define(‘YII_DEBUG’, true);
$config = dirname(__FILE__) . ‘/protected/config/main.php’;
}
if ($appEnv == "testing") {
$config = dirname(__FILE__) . ‘/protected/config/testing.php’;
}

[/code]

sehingga kita dapat membuat file config masing2 dan tanpa repot untuk merubah setting dan konfigurasi untuk database, logging dan lain sebagainya 😀

membuat multiple application environment

pada web apps kita sering mempunyai beberapa settingan berbeda untuk koneksi database dan fitur config lainnya

mulai dari stage development, testing hingga production

berikut adalah cara untuk setting multiple app environment pada YII framework

sebagai contoh berikut adalah setting yang saya pakai di index.php

[code]

//choose environment development
$appEnv = filter_input(INPUT_ENV, ‘APPLICATION_ENV’, FILTER_SANITIZE_ENCODED);
$serverName = filter_input(INPUT_SERVER, "SERVER_NAME", FILTER_SANITIZE_SPECIAL_CHARS);
if (!isset($appEnv)) {
if (FALSE === stripos($serverName, ‘localhost’)) {
$appEnv = "development";
} else
if (FALSE === stripos($serverName, ‘www.meltonice.com’)) {
$appEnv = "testing";
} else
if (FALSE === stripos($serverName, ‘www.usa4u.com’)) {
$appEnv = "production";
} else {
$appEnv = "development";
}
}
if ($appEnv == "production") {
$config = dirname(__FILE__) . ‘/protected/config/production.php’;
}
if ($appEnv == "development") {
$config = dirname(__FILE__) . ‘/protected/config/main.php’;
}
if ($appEnv == "testing") {
$config = dirname(__FILE__) . ‘/protected/config/testing.php’;
}

[/code]

rpm fushion fedora repository wajib

ketika instalasi awal fedora biasanya kita tidak bisa memainkan audio mp3, melihat video avi, mpeg, dan banyak fitur lainnya tidak bisa kita nikmati secara gratis di fedora karena hal tersebut melanggar hak cipta

 

untuk itu kita perlu sebuah repository agar kita bisa menginstall codec, vlc, mp3 player dan lain sebagainya sebagai keperluan dasar kita memakai komputer

kunjungi http://rpmfusion.org/  

saya sarankan untuk download stable release atau update dan jangan memakai versi testing untuk amannya apa lagi raw hide

karena versi testing adalah untuk testing dan seringkali membingungkan para user awam dan baru menggunakan linux, sedangkan untuk versi raw hide biasanya di peruntukkan fedora versi berikutnya dan sangat tidak di sarankan memakai versi raw hide

silahkan ikuti petunjuk dan panduan pada website http://rpmfusion.org/Configuration

  1. download rpm fusion free repository untuk versi 18 klik di sini
  2. instalasi dengan double klik dan masukkan password administrator ( super user )
  3. download rpm fusion non free untuk fedora 18 klik disini
  4. double klim .rpm dan masukkan password administrator jika diminta

instalasi rpm fusion selesai

silahkan update dengan

yum update -y

kemudian silahkan instalasi vlc untuk dapat memutar video avi, mpeg, dll

yum install vlc -y

untuk audio silahkan buka rythim box dan lakukan search + instalasi secara online dengan software manager yang akan otomatis terbuka ketika anda memutar mp3 atau silahkan install

sudo yum install gstreamer1 gstreamer1-plugins-good gstreamer1-plugins-bad-freeworld gstreamer1-plugins-ugly